Air Demineral: Uji Empirik

Oleh: Fathonie Abdullah
(Journalist-Researcher)

PENDAHULUAN

Kesulitan mengukur tingkat kecukupan standar rata-rata mengkonsumsi air minum per orang bisa terjawab dengan mengamati perilaku binatang Gajah. Belalai Gajah bergerak menyedot air minum, lalu memasukkan ke mulutnya. Setelah merasa cukup, belalai Gajah bergerak menyemprotkan air ke sekujur tubuhnya.

Sementara, perilaku umum manusia saat mengkonsumsi air minum ialah sebagai pelepas dahaga; kurang-lebih sama saat makan, yang penting kenyang — soal gizi, faktor ke sekian.

Itu sebabnya, meski setiap air minum dalam kemasan dan air minum isi ulang sudah terukur dan hasilnya sudah melalui Uji Laboratorium Air yang terakreditasi oleh Kemenperin RI, namun berapa banyak standar kecukupannya berbeda-beda pada setiap orang — tergantung kebutuhan masing-masing, aktivitas, dll.

Dan, meski secara umum sudah diketahui dampak kelebihan dan kekurangan mineral dalam tubuh; namun dalam air minum, perilaku umum masyarakat menunjukkan hal yang sama: yang penting tidak merasa haus lagi. Tak begitu diperhatikan kadar mineral yang terlarut dalam air minum, yang berbeda-beda pada setiap merek air minum (air minum kemasan dan air minum isi ulang); juga tak begitu dipedulikan, apakah sudah berlebihan atau masih kekurangan mineral.

Dalam jangka panjang, mesti ada penelitian khusus mengenai dampak mengkonsumsi air mineral secara berlebihan.

ABSTRAKSI

Setiap air minum dalam kemasan memang sudah terukur kandungan mineral yang terlarut di dalamnya karena sudah melalui Uji Laboratorium Air yang sudah terakreditasi oleh Kemenperin RI; pengecualian, air minum yang belum teruji. Namun, berapa standar kadar kecukupan air minum yang dikonsumsi oleh setiap orang, tentu tergantung kebutuhan dan aktivitas masing-masing.

Seperti halnya standar mengkonsumsi makanan dengan pola ‘gizi seimbang’, diperlukan juga pengkondisian perilaku baru mengkonsumsi air minum demineral (air minum tanpa n kandungan mineral atau air minum murni). Selain mineral sudah ada dalam kandungan sayuran dan buah-buahan, mengkonsumsi air demineral mempunyai multi manfaat: pelepas dahaga, sebagai katalisator atau percepatan pencernaan dan penguraian zat-zat makanan dalam tubuh, dan kelebihannya bisa berfungsi menyerap sisa-sisa zat-zat berbahaya dalam tubuh (mendukung fungsi kinerja organ Ginjal, Hati, dan Empedu).

Itu sebabnya, mengkonsumsi air demineral relatif lebih terukur standar kebutuhannya, yakni sekitar satu liter per hari (tiga kali minum: pagi, siang, dan malam). Dan, yang lebih penting, seperti saat minum obat (kapsul, tablet) dan/atau membuat larutan susu balita atau minuman juz, penggunaan air demineral (air minum murni) tidak mengubah zat-zat aslinya (obat, susu, buah, dll) menjadi senyawa zat-zat yang berbeda. Sehingga, manfaat dan khasiat obat atau susu atau juz akan menjadi tidak berkurang.

METODOLOGI

Metodologi yang Penulis gunakan (sesuai Standar Penelitian Metodologi Ilmiah: Survey, Wawancara, Kuisioner, Observasi) merupakan kombinasi survey dan observasi plus wawancara.

Koresponden dalam studi empirik ini ialah Penulis sendiri dan ‘Kelompok Orang’ dalam komunitas sosial yang berbeda-beda selama sebulan (Mei 2022) di pemukiman (Jati Makmur Kota Bekasi, di Ragunan dan Jagakarsa, di Pamulang dan Bambu Apus Tangsel, di Pejompongan dan Tanah Abang Jakpus, dll); di tempat rekreasi (Taman Impian Jaya Ancol, Kebon Binatang Ragunan), di Perkantoran, di Pasar dan Pusat Keramaian, dll.

KESIMPULAN

Kecuali di pemukiman yang sebagian besar mengkonsumsi air minum yang dimasak dari sumber ‘Air Tanah’ (PAM, Pompa, dll), plus sebagian mengkonsumsi air minum isi ulang; juga di perkantoran (air minum isi ulang dan air minum dalam kemasan dengan berbagai merek); di tempat-tempat lainnya (tempat rekreasi, pasar, pusat keramaian, di jalan-jalan, dll), hampir semuanya mengkonsumsi air minum kemasan dalam botol dengan berbagai merek.

LAIN-LAIN/PENUTUP

Air minum demineral (air minum murni) isi ulang paling potensial berkembang dalam pasaran di Perkantoran, Lembaga Pendidikan, dan di kalangan rumah-tangga yang tingkat pemahaman akan gizi dan fungsi air sudah bagus. Dan, untuk pasar bebas (tempat rekreasi, pusat keramaian, jalanan, dll), air minum demineral perlu dikemas seperti air minum mineral dalam kemasan yang sudah dilengkapi perizinan lengkap sesuai regulasi (‘law inforcement’) yang berlaku.


Butuh bantuan?